Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

Definisi Strategi Pembelajaran

Posted by Pengertian Saturday, February 11, 2012 0 komentar
Definisi Strategi Pembelajaran

Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Posted by Pengertian Wednesday, January 11, 2012 0 komentar
Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Nur dan Wikandari, (2000:25) menjelaskan bahwa Pembelajaran Kooperatif  lebih mengacu pada metode pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar.

Menurut Eggen dan Kauchak (1993: 319), Pembelajaran Kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling -membantu dalam mempelajari sesuatu. Oleh karena itu belajar kooperatif ini juga dinamakan “belajar teman sebaya.”

Hal senada juga dikemukakan oleh (Ibrahim, dkk, 2000:7), bahwa Model Pembelajaran Kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial .

Ciri-ciri  Pembelajaran Kooperatif:

1).Siswa dalam sebuah kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang ingin dicapai.

2).Pembagian Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang atau rendah. Pembagian Kelompok, jika memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.

3). Adanya Penghargaan, dalam artian penghargaan dalam pembelajaran kooperatif lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.

Pengertian Pembelajaran Kooperatif
ini semoga dapat bermanfaat, Terimakasih.

Pengertian Media Pembelajaran

Posted by Pengertian Saturday, January 7, 2012 0 komentar
Pengertian Media Pembelajaran
Schramm (1977) mengemukakan bahwa Pengertian Media Pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.,

Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

 Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visua.

-Gagne(1970) berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Posted by Pengertian Sunday, October 2, 2011 0 komentar
Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupannya sehari-hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar (Nurhadi, 2002).

Landasan filosofi CTL adalah konstruktivisme , yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar mengahafal, tetapi mengkonstruksi atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya.

Kesadaran perlunya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka baik di lingkungan kerja maupun di Masyarakat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Pembelajaran Kontekstual merupakan pembelajaran yang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Pengertian Efektivitas Pembelajaran

Posted by Pengertian Friday, July 1, 2011 0 komentar
Pengertian Efektivitas Pembelajaran

Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Sutikno (2005) mengemukakan bahwa pembel­ajaran efektif merupakan suatu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat belajar dengan mudah, menye­nang­kan, dan dapat mencapai tujuan pem­belajaran sesuai dengan yang di­ha­rapkan.  Dengan demikian, pem­bel­ajaran dikatakan efektif apabila tujuan dari pembelajaran tersebut ter­capai.

Tujuan dalam pembelajaran matematika mencakup tujuan kognitif dan afektif.  Tujuan kognitif berupa kemampuan siswa dalam menguasai kon-sep matematika yang dapat dilihat dari nilai hasil tes yang diberikan, se­dang­­kan aspek afektif dilihat dari sikap dan aktivitas siswa saat pembel­ajaran berlangsung.

Lebih lanjut, Hamalik (2001: 171) menyatakan bahwa pembelajaran yang efek­tif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar.  Penye­diaan ke­sempatan belajar sendiri dan beraktivitas seluas-luasnya di­harapkan dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang sedang di­pelajari.

Veithzal (1999) mengemukakan bahwa ”Efektivitas tidak hanya dilihat da­ri sisi produktivitas, tetapi juga dilihat dari sisi persepsi seseorang”. Demi­ki­an juga dalam pembelajaran, efektivitas bukan semata-mata dilihat dari ting­kat keberhasilan siswa dalam menguasai konsep yang ditunjukkan de­ngan nilai hasil belajar tetapi juga dilihat dari respon siswa terhadap pem­bel­ajaran yang telah diikuti.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa Pengertian Efektivitas Pembelajaran adalah ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi antar siswa maupun an­tara siswa dengan guru dalam situasi edukatif untuk mencapai tu­juan pem­belajaran.  Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, respon siswa terhadap pembel­ajaran dan penguasaan konsep sis­wa.

Referensi: Gie, The Liang. 1985. Cara Belajar Yang Efisien. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.